Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

Cara Gampang Bicara dengan Kucing



Ya, bagi Anda pemelihara kucing, pernahkah frustasi jika kucing Anda nakal? Kucing Anda pun tidak akan mengerti jika Anda memarahi mereka. Bila Anda memang benar-benar berniat berkomunikasi dengan kucing, Anda dapat mencoba aplikasi Human To Cat Translator.

Human to Cat Translator adalah penerjemah bahasa manusia ke bahasa kucing. Anda bisa berbicara dan aplikasi ini akan mengubah suara Anda menjadi meow-meow yang mungkin dimengerti oleh kucing.


Human To Cat Translator didesain oleh sebuah tim yang berteman dekat dengan kucing-kucing, aplikasi ini bekerja dengan sangat baik. Kosa kata-nya mungkin tidak terlalu banyak, tapi memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan kucing.
Aplikasi ini bekerja di android dan iOS. Anda bisa mengunduhnya di sini.

Rabu, 21 November 2012

Teknik foto Levitasi


Levitasi - Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu fotografi levitasi, penjelasan singkatnya seperti ini, fotografi levitasi adalah sebuah trik dimana si fotografer dapat mengabadikan objek gambar atau model terlihat melayang tanpa alat bantu apapun.



Pada dasarnya, foto levitasi bisa dihasilkan melalui dua cara, yakni melalui olah digital atau secara manual (tanpa editing).

Fotografi levitasi berbeda dengan jump shot yang hanya sekedar memperlihatkan model yang melompat. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami dengan ekspresi tanpa beban. Berekspresilah sewajarnya sesuai dengan kegiatan yang sedang dilakukan. Lebih bagus jika model tidak melihat ke kamera (kesan candid).

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba fotografi levitasi, berikut adalah beberapa tips untuk memotret foto levitasi secara manual.

Tips untuk model


Bagi model yang ingin mengambil pose menuju ke suatu arah, biasanya menekuk kedua kakinya ke belakang (sekitar 45 derajat) sesaat setelah melompat(air time) hal ini biasanya dilakukan guna membuat kesan si model sedang berjalan. Nah, bagi model yang sedang berlevitasi di tempat, biasanya berpose dengan kaki lurus ke bawah.

Gunakanlah berbagai aksesoris, guna memperkuat tema yang ingin diangkat, seperti payung, buku, sapu atau pun vacum cleaner.

Gunakan peniti, pin, sabuk, double tape atau alat penjepit baju lain supaya baju tak tampak menggembung atau tersingkap saat model melompat, untuk mendapatkan kesan levitasi yang sempurna.


Juga, bisa menggunakan hair spray/gel agar saat melompat, rambut tidak terlihat berantakan. Bisa juga rambut diikat, memakai bando, atau topi. Foto levitasi yang sempurna harus memperlihatkan rambut yang tetap rapi.


Stay safe! Jangan memaksakan diri melompat jika sudah lelah dan cari lokasi yang aman buat melompat.

Tips untuk fotografer


Foto levitasi tanpa editing dapat dilakukan dengan kamera profesional (DSLR) maupun kamera saku (camera pocket).

Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus. Foto-foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang paling pas mendapatkan momen 'melayang'.
Pastikan cahaya (matahari) cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.
Gunakan low angle, agar model terlihat tinggi melayang.
Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yang melayang dengan lebih fokus (frozen moment). Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi. Shutter speed di atas 1/500 lebih baik.

Untuk kamera saku (pocket camera) bisa memanfaatkan Sport Mode untuk mendapatkan shutter speed tinggi. Sementara, untuk kamera ponsel karena tidak ada setting untuk shutter speed, sebaiknya melakukan foto levitasi outdoor dan memanfaatkan cahaya matahari langsung agar mendapatkan high shutter speed.

Untuk referensi bisa kunjungi situs ini yowayowacamera.com, atau yang dari indonesia levitasihore.net/




http://www.tnol.co.id

Sabtu, 17 November 2012

Inilah Harta Kekayaan Pendiri Megaupload



 Megaupload ditutup oleh Pemerintah AS, melalui FBI dan Departemen Kehakiman. Pendirinya, Kim Dotcom, pun ditangkap, dan harta kekayaannya disita.

Seperti dikutip dari Gizmodo, beberapa harta kekayaan itu memang cukup unik. Misalnya sekitar 20 kendaraan mewah dari berbagai jenis.

Uniknya, pelat nomor mobil-mobil itu seakan menunjukkan sifat sang pemilik yang gemar berfoya-foya dan merasa berkuasa. Misalnya, sebuah Rolls Royce Phantom yang berpelat "GOD".

Ada juga mobil Mercedes Benz dengan pelat "MAFIA", atau satu lagi yang berpelat "GUILTY". Kemudian sepasang Mercedes Benz dengan pelat "GOOD" dan "EVIL".

Berikut adalah daftar mobilnya yang dikutip Jalopnik dari dokumen dakwaan Departemen Kehakiman AS (Keterangan menunjukkan tahun pembuatan, tipe mobil, pelat nomor)
  • 2010 Maserati GranCabrio, "M-FB 212" / "DH-GC 470",
  • 2009 Mercedes-Benz E500 Coupe, "FEG690"
  • 2005 Mercedes-Benz CLK DTM, "GOOD"
  • 2004 Mercedes-Benz CLK DTM, "EVIL"
  • 2010 Mercedes-Benz S65, "CEO"
  • 2008 Rolls-Royce Phantom, "GOD"
  • 2010 Mercedes-Benz E63, "STONED"
  • 2010 Mini Cooper S Coupe, "V"
  • 2010 Mercedes-Benz ML63, "GUILTY"
  • 2007 Mercedes-Benz CL65, "KIMCOM"
  • 2009 Mercedes-Benz ML63, "MAFIA"
  • 2010 Toyota Vellfire, "WOW" / "7"
  • 2011 Mercedes-Benz G55, "POLICE" / "GDS672"
  • 2011 Toyota Hilux, "FSN455"
  • ???? Motor Harley Davidson, "36YED"
  • 2010 Mercedes-Benz, "HACKER"
  • 2005 Mercedes-Benz A170, "FUR252"
  • 2005 Mercedes-Benz ML500, "DFF816"
  • 1957 Cadillac El Dorado
  • 2010 Sea-Doo GTX Jet Ski
  • 1959 Cadillac Series 62
  • ???? Motor Von Dutch custom
  • 2006 Mercedes-Benz CLK
  • 2010 Mini Cooper S Coupe, "T"
  • 1989 Lamborghini LM002, "FRP358"
  • 2011 Mercedes-Benz ML63

Selain itu, Gizmodo mengutip beberapa kekayaannya seperti karya seni berupa patung tokoh dari film Predator dan sebuah patung bertudung Anonymous.

Kemudian, beberapa perangkat elektronik miliknya termasuk televisi 65 inci (Sharp), 108 inci (Sharp), 56 inci (TVLogic) dan 82 inci (Samsung). Masing-masing berjumlah lebih dari satu unit.


Tekno.kompas

FBI tutup Megaupload.com


Megaupload adalah perusahaan yang berbasis di Hongkong, sementara pendirinya berlokasi di Selandia Baru. Kenapa bisa dijerat oleh hukum di AS?

Kasus ini menarik untuk diperhatikan bagi pengelola situs atau layanan online di Indonesia yang mungkin waswas akan terkena dampak dari sebuah hukum di AS (atau negara lain). 

Berikut adalah sedikit penjelasan mengenai kasus Megaupload yang dikutip dari ArsTechnica. 

Prinsip kejadian
Megaupload memang secara resmi sebuah perusahaan yang berbasis di Hongkong. Pendiri dan karyawannya juga tinggal secara fisik di Selandia Baru. 

Nah, menurut tulisan di ArsTechnica, yang patut diperhatikan dalam hal ini adalah nexus-nya, atau lebih sederhananya, prinsip "di mana terjadinya kerugian." 

Megaupload dianggap sebagai sebuah situs yang, meski tidak berbasis di AS, tetapi ditujukan bagi warga AS dan menimbulkan kerugian kepada pihak-pihak yang ada di AS. 

Dokumen dakwaan pada Megaupload menyebutkan, perusahaan itu menyewa 1.000-an server di AS, sebanyak 525 di antaranya ada di Virginia. 

Kemudian, kebanyakan transaksi di situs itu juga dilakukan lewat PayPal, perusahaan AS. Jumlahnya, menurut Pemerintah AS, lebih dari 110 juta dollar AS. 

Pendapatan iklan Megaupload didapatkan dari Google AdSense (hingga 2007) dan AdBrite. Keduanya perusahaan AS. 

Megaupload membayar penggunanya yang melakukan upload paling populer. Dalam dakwaan itu disebutkan, termasuk di antaranya merupakan penduduk Virginia, AS. 

Logika dari dokumen itu, dengan mengirimkan uang ke alamat di AS, Megaupload memahami bahwa mereka berbisnis di AS dan terikat dengan yurisdiksi AS. 

Kesimpulannya: kerugian pelanggaran hak cipta terjadi di Virginia, dari server di Virginia, dan perusahaan itu mendapatkan, serta mengirimkan uang ke warga Virginia. Maka dari itu, ia terikat hukum federal di Virginia. 

Tentu masalah yurisdiksi ini akan jadi salah satu bahan pembelaan terhadap Megaupload di persidangan kelak. 

Bagaimana dengan Indonesia? 

Selama perusahaan web di Indonesia tidak berbisnis langsung atau menargetkan pengguna di AS, bisa jadi hukum di AS tak akan "menyentuhnya". 

Paling tidak hal itu bisa membuat tenang pengelola layanan online yang sempat waswas dengan adanya berbagai aturan di AS, termasuk Stop Online Pircay Act yang sempat ramai.

Namun, bukan berarti mereka "tak tersentuh" sama sekali. Penegakan hukum hak atas kekayaan intelektual juga ada di Indonesia. Dengan demikian, hal terbaik adalah berusaha menghindari pelanggaran sebisa mungkin.


sumber : tekno.kompas